KAMU pt.3 "Hangrasa"

Kala itu delima harus pulang ke-Bandung karena ia harus mengantar ayahnya untuk pindah tugas, ia pergi cukup lama. kurang lebih sebulan ia meninggalkan kota ini, sampai pada akhirnya ia pulang, ia mengenalkan salah satu temannya yang ia ajak dari bandung. aku kesal karena ia terlalu dekat dengan temannya itu, aku seperti angin lewat ketika ia sedang berduaan dan asik tertawa, aku hanya bisa berbicara dalam hati bahwa aku sedang cemburu, ini bukan sekedar saling kenal dan menyapa. tapi ini melibatkan perasaan dan rindu yang ku tanam ketika delima pergi ke-Bandung. aku tidak bisa berbuat banyak, dan aku hanya menyimak obrolan mereka, yang tadinya ku-pikir setelah delima pulang. aku ingin melepas rindu bersamanya, kini seperti ada benteng yang membatasi aku dan delima. kini sekarang bukan aku yang menemani delima keperpustakaan dan makan baso, sekarang sudah ada ia, orang bandung yang menggantikan posisi-ku, aku pulang dengan kecewa, dan aku mampir ke tukang kacang rebus langganan-ku. dan aku keingat dengan omongan-ku sewaktu aku pertama kali betemu delima, kini sekarang aku yang mengotori kota indah ini dengan kesedihan-ku, aku pulang larut malam sampai aku ditegur oleh bunda-ku, bunda seperti peramal yang bisa melihat aku sedang tidak baik-baik saja, ia menanyakan ada apa dengan aku, lalu aku menjawab aku sedang tidak enak badan, bunda membisikan aku ia bilang " jagoan bunda nangis gara gara cemburu?? kamu anak bunda bukan??" aku langsung menatap mata bunda dan menjawab "iya bun, aku anak bunda, tapi anak bunda ini sedang tidak bisa tertawa seperti kemarin" aku lalu bertanya kepada bunda "apakah aku berhak cemburu??" bunda hanya tersenyum dan bilang "cemburu itu hak semua orang, sama hal dengan korupsi, korupsi juga hak semua orang. asal ia mau bertanggung jawab dengan apa yang sudah ia mulai". lalu aku masuk kamar dan mulai menulis cerita ku dengan delima. "Aku hanya ingin melihat kamu tersenyum, walau bukan aku yang membuat-mu tersenyum."

Komentar

Postingan Populer