KAMU pt.4 "pesan-ku untuk Delima"
dan seiring berjalannya waktu aku sudah mulai melupakan delima, bukanya aku tidak ingin berjuang. tapi apakah perjuangan saja cukup, tanpa ia tau bahwa aku sedang berjuang. dengan cara menghindar namun aku tetap menanyakan kabar dia kepada sahabatnya, ketika aku rindu, ku sampaikan rindu-ku dengan kata kata yang ku rangkai. aku yang tadinya sangat berantusias untuk menemui-nya. kini serasa tidak perlu, dalam fikiran-ku, untuk apa aku menemuinya jika hanya ingin membuat ku cemburu saja. kini aku seperti pesawat tanpa radar yang hilang tujuan, apakah ia mempunyai perasaan sama seperti-ku, yang selalu rindu ketika malam kita habisi bersama dengan tertawa, jujur aku belum bisa melupakan delima, dan akhirnya aku pergi ke-rumah delima, aku memanggil delima dan yang keluar adalah ibu-nya, aku menanyakan delima. dan ternyata delima sedang pergi bersama temannya, disitulah titik dimana aku harus perang sekali lagi dengan perasaan sakit. lalu aku pergi ke kedai kopi tempat pertama kali aku bertemu dengan delima, ternyata ada delima yang sedang duduk bersama dengan temannya itu. dengan tempat duduk yang sama ketika aku menemui delima. aku tidak memanggil dia sama sekali, dan sampai akhirnya delima sadar ada aku disana. delima menyapa-ku dan mengajak ku untuk bergabung saja ke meja dia. aku hanya bisa terdiam dan menolaknya secara halus.dan datanglah salah satu teman-ku. ia izin kepada-ku untuk menulis cerita-ku dengan delima, dan akhirnya aku membantu dia untuk menulis cerita-ku. delima belum tau bahwa sekarang aku sedang cemburu, sampai akhirnya ia menanyakan aku kenapa, kepada teman ku. "Delima....aku yang tadinya gagah dan tidak takut apa-apa, sekarang aku takut kehilangan-mu"


Komentar
Posting Komentar