KAMU pt.5 "cemburu"

 Aku menanyakan dia kenapa kepada temannya, karena sekarang ia berbeda dari pertama kali kita bertemu, dia seperti menjauh, malam itu sedang hujan aku dan teman-ku bergegas pulang, sesampainya dirumah ibu-ku memberi tahu-ku bahwa ada sesorang yang mencari-ku tadi, ia datang jalan kaki dan hanya ditemani hujan, kata ibu, ibu sudah menyuruh orang itu masuk namun ia tidak mau, ia terlihat sedih mendengar kamu sedang jalan berdua dengan teman kamu yang dari bandung itu. dan akhirnya aku menyadari bahwa pria yang doyan kacang rebus itu sedang cemburu, lalu aku tersenyum senyum sendiri dan memikirkan dia, aku menelpon salah satu temannya dan aku mengajak ia untuk menceritakan semua yang terjadi, kita bertemu ditukang baso dekat lapas, temannya itu menceritakan bahwa dia sekarang sudah kayak pesawat tanpa radar ga tau mau kemana mendaratnya, temannya juga menceritakan  banyak sekali cerita tentang dia, aku merasa tidak enak karena sudah meninggalkan dia terlalu lama, aku lupa bahwa ada rumah yang nyaman yang aku tinggalkan, cowok aneh dan pencinta kacang rebus itulah rumah-ku, kebesokan harinya aku menemuinya diperpustakaan aku diberi tahu temannya kalau ia besok dihukum untuk membersihkan perpustakaan, aku mengageti dia dengan cara diam diam memakai kumis dan mencari buku tentang kota ini, dia bilang "itu ada di rak sebelah kiri pojok." lalu aku menjawab "bukanya jika aku ingin mengenal kota ini bukan saja dari buku?" dia pun bingung dan menggerutu. lalu aku berbicara lagi "bukannya kota secantik ini tidak ada yang boleh mengotorinya dengan kesedihan??. mengapa sekarang kamu yang sedih wahai manusia aneh??'', aku kira orang sepertimu tidak akan menangis atau cemburu. aku sudah diceritakan banyak oleh teman-mu tentang kamu yang menulis-ku ketika kamu sedang rindu, mengapa kamu tidak memberi tau aku jika kamu sedang rindu??. ia menjawab "rindu ku ini untuk mu jadi biarkan saja aku yang tau". aku membawakan ia kacang rebus dan kita jalan jalan kembali untuk menghabisi waktu dihari itu, ia mencertiakan kerinduan dia ketika aku jalan bersma faris, orang bandung tersebut, aku bisa melihat ekspresi dia yang begitu bahagia ketika kita bercerita masing masing kita yang berfikir bahwa seminggu kemarin baik baik saja "jika bunga sudah biasa dalam seni cinta, apakah kacang rebus bisa menggantikan bunga."

Komentar

Postingan Populer