Mantra Tanah Jejak
Ini bukan proklamasi tapi aku sanggup bikin sesingkat singkatnya, aku bersaksi akan hari yang aku lewati walaupun timah panas mengitari tubuh-ku, karena sesungguhnya aku adalah bagian dari api yang belum terbakar dan segera terbakar, berikibar seperti bendera yang kusam sewaktu aku mengetahui darah bercampur tanah dan tanah bercampur air hujan, tak peduli baju kusam dan bercampur darah dibagian tubuh ataupun selaput mata yang memar, kini rasa adalah bagian dari dongeng dan merdeka adalah akhir dari mimpi buruk, bercerita dengan kertas dan berbicara dengan pena agar bisa menulis kesan ku tentang hari kelam, senjata yang tadinya sangat ku sayang kini menembak-ku, seakan akan aku adalah musuh didalam tumpukan mayat, menari dengan rantai dan bermain dengan belengu, suara alam dan binatang seperti melantunkan sebuah irama kedamaian, tulisan-ku adalah sebuah mantra untuk mereka yang tau atas arti yang ku tulis dan ancaman untuk mereka yang menimbang suatu pengetahuan tanpa persentasi.


Komentar
Posting Komentar