Kopi dan kamu.

Bertemu di warna hitam dan dominan rasa pahit, bertemu juga di gelas yang sama dan takaran yang tidak jauh beda, kita bertemu di- secangkir kopi panas dan malam yang orang bilang dingin, berawal dari tatap gelas dan pindah ke-mata, kita hanya beda pembicaraan dimana malam itu kamu sedang asik bermain handphone dan aku sedang asik membincangkan negara bersama teman teman-ku. Aku bukan kritikus yang mencari kesalahan dan aku bukan pembangkang yang selalu melawan, aku adalah penikmat kopi yang tugasnya hanya menikmati, aku ingin rasanya menjadi kamu yang tidak peduli dengan apapun, tapi aku tidak bisa menjadi orang buta dan tuli akan sekitar ku, menghirup aroma kopi yang khas, dan membayangkan seandainya politik ber-aroma seperti kopi, aku tau aku tidak tinggal dibandung ataupun yogyakarta, namun malam itu aku merasakan bahwa kota istimewa jika kurang kamu dikota itu akan menjadi biasa saja, bagi-ku kamu adalah kopi excelsa yang rasanya sangat khas dan mudah untuk membedakannya dari kopi robusta ataupun arabika.

"Biji kopi adalah emas bagi penikmat yang pas, dan kamu adalah salah satu biji kopi terbaik yang Tuhan ciptakan."

Komentar