Awal maret

 Sudah maret, seperti biasa, aku hanya menghabiskan waktu untuk menghitung banyaknya semut yang lewat, bintang yang bersinar dan usia bulan, sampai aku lupa akan mengasyikan diri sendiri, mungkin tidak akan ada yang beda dari bulan kemarin, hanya ngopi, menggambar, membuat cerita, berbincang tentang russia dan ukraina sampai larut malam, tidak ada yang harus disemogakan untuk bulan ini, terjadilah apa yang esok terjadi, toh sama saja, jam yang memutar kedepan dan hari yang diulang, ngomong-ngomong tentang bulan ini, aku sedang asik menggambar tentang "fisum eksakta" aku harap minyak tidak lagi langka seperti harimau sumatera, tidak lagi mahal seperti emas, kasian soalnya tetangga-ku, sampai aku tidak pulang 3 hari karena tetangga-ku selalu mengomeli suaminya karena minyak yang mahal, padahal itukan bukan salah pak slamet, aku juga kemarin sempet sedih, sempet minum obat pusing, cuma akunya ga pusing, sempet minum obat batuk, cuma akunya pilek, ga ada yang nyambung gara-gara sedih, sebenarnya aku gaboleh sedih, karena aku diciptakan oleh ibu dan ayahku dalam keadaan senang senang dikamar, cuma namanya juga kelelawar, pasti bakal diem kalau terang, lebih suka ditempat gelap dan lembab, bulan kemarin aku membaca buku alhamdulillah tamat, walaupun bukunya cuma ada 56 halaman, bulan ini aku mau semua terjadi seperti ratu elizabeth yang bangun tidur dan sarapan, rakyat akan senang jika mengetahui ratunya masih tetap ada, biarkan hujan turun, karena kalau iblis yang turun tandanya akhir zaman, biarkan matahari tertutup awan mendung, karena kalau aku yang tertutup awan mendung, aku yang akan mengeluarkan air, biarkan mimpi mimpi terwujud untuk orang yang suka ketiduran, supaya ketika ia bangun, ia masih semangat menyambut terang dan tidak ada fikiran untuk bunuh diri karena realita tidak sesuai dengan bunga mimpi, semua bisa dialaskan dengan semoga tentunya, tapi rasa semoga cuma menjadi pengharapan, jadi bergeraklah jika harapan itu mau terjadi, walau langka atau mahal kau beli.

Komentar

Postingan Populer