Isi hati bajak laut
"Saya terlalu kotor untuk menginjak lantai istana dan menghadap pemimpin yang kalian sebut agung, dan rum saya terlalu keras untuk whine yang anda tuangkan kecawan saya"
"Bendera kusam saya sudah berlayar jauh dengan saya, dan bendera kalian tidak kemana mana"
"Saya pernah dikecewakan dengan awak saya, dan penghianatan bukan sesuatu yang baru untuk saya hirup selain bau amunisi"
"Kapal saya tidak semenarik anda, tapi dengan ini saya berlayar dan menemukan harta mendahului kapal mewah anda"
"Kami perompak, tapi kami selalu menghargai sebuah perjanjian yang kami anggap sepadan dengan penawaran"
"Harta karun itu sungguh ada, dimana kebebasan ditengah lautlah yang kami maksud"
"Sebenarnya kami pandai bernegosiasi, tapi hanya untuk penawar tertinggi"
"Ketika saya dibuang oleh awak saya sendiri, saya mulai mencari rum bukan mencari kesalahan saya"
"Sengaja saya membakar peta itu dan saya mengingatnya, agar tidak ada yang berani membunuh saya"
"Kami bajak laut tidak pernah merasa sedih, entah rum yang terlalu banyak kami minum atau kami suka berlayar, itu semua sangat mengasyikan untuk tidak berfikiran kembali pada daratan"


Komentar
Posting Komentar