Kota orang
Mungkin ini akan jadi cerita pribadi saya yang saya tulis untuk dibaca, mungkin tidak semua orang yang bisa membaca ini, karena saya membuat kata kata ini dengan cara saya pergi ke kota orang hanya untuk membuat dialog tentang saya dan diri saya.
Kemarin sudah dijelaskan oleh angin, oleh hujan dan dingin, hari kemarin sudah menjadi tumpukan kenangan, tentang bahasa atau penyesuaian kata, sekarang saya bebas, tidak ada lagi pendakian yang saya harus daki dengan gerombolan orang yang monoton dengan arti dari kesuksesan, saya berbicara dengan diri saya sendiri bahwa tidak ada lagi yang menari dengan anda kecuali bayangan, berbuatlah seenaknya dalam konteks untuk hidup bukan untuk dimiliki, keterpaksaan harus saya lalui dengan gembira, dengan setiap cerita dan lupakan, saya manusia yang indah bagi saya sendiri, dengan cara saya diam dan memberi tau empat puluh lima persen untuk konsumsi publik, bukan berarti saya ingin terlihat baik, karena kebaikan menurut saya hanya untuk orang orang yang jahat dan ingin menjadi baik, saya tidak ingin seperti itu, seperti manusia yang di acuhkan untuk menjadi orang berseragam, saya bukan kuda, saya bisa berkata kasar jika saya mau, saya bisa berkata lembut jika saya ingin, tapi sekarang yang dipermasalahkan adalah kesuksesan, apa itu kesuksesan??, jika kesuksesan diraih dari keterpaksaan mungkin saya tidak bisa hidup dengan kesenangan saya pribadi untuk menjadikan saya manusia yang saya ingin, pendidikan, apa itu pendidikan?, saya tidak merasa terdidik karena diotak saya hanya ada teori dari orang ketermuka bukan seratus persen fikiran saya yang menjadikan saya baik, saya sudah terlalu lama diberi dosis untuk mengetahui rumus rumus atau teori yang berpacuan kepada orang orang eksakta, apagunyanya orang yang menyampaikan lewat buku tanpa tau apa yang disampaikan oleh narasumbernya??, bukankah dia hanya memanjangkan lidah narasumbernya tanpa ia lakui diluar dari lingkungan dia??, sangat aneh, mungkin saya juga aneh, memberi tau kalian tentang curhatan bodoh saya, tapi kalian juga lebih aneh, membaca curhatan bodoh saya.
Komentar
Posting Komentar