Alaram pukul 08.00 pagi.
Siapa yang mengambil dengan adil tanpa syarat yang melekat disekujur tubuhnya, menari riang tanpa terlihat ada masalah mulai terkontamidasi oleh sekitarnya. Siapkah lawan memporakporandakan fikiran yang terintimidasi. sebab kau dipanggil sikiri, kita sekarang jauh waktu pun tak menentu urusan moral atau makan singkirkan dahulu, sekarang hanya rindu fikiran tak menentu dosa adil ikut peran jika ada perlu. Foto-foto video terputar lagi, jalan buntu tak sama ku putar lagi hal-hal indah yang tercatat dalam sejarah, buat kita abadi surga yang berkuasa, hal terkcil yang dahulu kita lakukan hanya ada dalam bayang baru dari seseorang. Ku menunggu supaya ia cepat berakhir karena saat ku lari hati ku pun terkilir. Lihat kantung sebelah kirimu foto baru menghiasi dompet atau saku atau pun pelupuk matamu, entah siapa yang salah tapi ku percaya semua kembali pada jalan tikusnya. Kita berkehendak atas apa yang kita percayai kematian yang tetap tak bisa menepi, lalu siram air agar ku bangun kembali, agar aku tau semua ini hanya mimpi, agar aku bangun lalu coba lagi.
"Kita perlu sadar rumah, ruang, waktu dan tenaga menjadi korban tak usai hampir merenggut nyawa, namun sesuatu cahaya terang direbut oleh entah siapa namanya aku tak ingin kenal, biarkan ia mati laki-lakimu sendiri"


Komentar
Posting Komentar