...
Kemana harus ku simpan kepalaku? Kedalam ketidaktahuanmu? Kemana harus aku taruh harapan yang semu ini? Kearah yang seharusnya muncul dari ruang imajinasi kedalam realita?
Aku mulai bertanya dengan rinai, tentang bagaimana perasaanmu kepada aku yang terlalu abstrak dalam diriku sendiri.
Bagaimana rasanya menjadi aku yang tak terwujud menjadi aku? Sulit? Risau? Ingin bergerak tapi abai? Semua itu menjadi ketidakstabilan diri. Semua menjadi ketidakmampuan diri untuk menemui. Semua adalah bentuk ketidaksadaran bahwa aku benar jatuh.
Benar jatuh di hadapan entitas yang bernama cinta.
Benar jatuh diantara ingin memiliki diantara pertanyaan yang menuntut jawaban.
Ingin menjadi bagaimana aku dihadapan kamu, bukan aku dihadapan ketidakberdayaan pikiran.
Aku ingin menjadi sesuatu diantara kamu dan harimu, bukan sesuatu yang menunggu bagaimana caraku mendapatkanmu.
Aku ingin menjadi kepiawaian dalam menjalani kehidupan romantismeku, dan bukan dengan skeptisme yang kaku dan beku.
Aku ingin kamu, kamu yang tak pernah bisa ku tuai dalam riuh hujan, dalam bising malam, dalam ketidakaturan peraturan, dan dengan ketiadaan jawaban.


Komentar
Posting Komentar