Catatan Nietzchean

Ada satu keadaan batin yang tidak bisa lagi diperlakukan sebagai kebetulan. Ia muncul bukan karena kekosongan, melainkan karena pertemuan dengan sesuatu yang layak diperhitungkan. Ketertarikan ini bukan ledakan emosional, tapi keputusan yang tumbuh perlahan, diuji oleh waktu, dan tetap bertahan.

Perasaan semacam ini tidak meminta izin. Ia hadir sebagai afirmasi hidup, sebagai tanda bahwa kehendak masih bergerak, masih mampu memilih, bukan sekadar bereaksi. Menyembunyikannya terlalu lama justru terasa seperti menyangkal diri sendiri. Dan hidup yang menyangkal dirinya sendiri hanya akan melahirkan kepatuhan, bukan kejujuran. Ketertarikan ini tidak lahir dari kebutuhan untuk dilengkapi. Ia muncul dari posisi yang utuh. Tidak ada tuntutan untuk dimiliki, tidak ada kepanikan akan kehilangan. Yang ada hanyalah dorongan untuk mendekat secara sadar, tanpa ilusi, tanpa janji yang belum siap ditanggung.

Kejujuran selalu berisiko. Ia bisa ditertawakan, disalahpahami, atau ditolak mentah-mentah. Tapi risiko itu justru menjadi ukuran nilainya. Hanya perasaan yang lemah yang bersembunyi di balik kode dan sindiran. Yang kuat berani menyatakan diri, lalu berdiri tegak menunggu akibatnya. Jika keadaan ini berakhir sebagai satu arah saja, itu bukan tragedi. Hidup tidak berutang balasan atas keberanian. Ia hanya menuntut keteguhan untuk berkata benar pada diri sendiri. Dan mengatakan bahwa ketertarikan ini ada, sudah cukup untuk memenuhi tuntutan itu.

Tidak ada rayuan di sini. Tidak ada strategi. Hanya satu pengakuan yang tidak ingin menjadi rahasia, karena rahasia semacam ini perlahan berubah menjadi kebohongan. Selebihnya, biarlah hidup yang menjawab. Karena yang terpenting sudah dilakukan: tidak lari dari apa yang dirasakan, dan tidak mengkhianati keberanian untuk mengakuinya.

Komentar

Postingan Populer